Peluang Bisnis di Tahun 2016

Bisnis Apa Yang Sebaiknya Anda Jalankan di Tahun 2016?

Dan Ini adalah artikel pertama dari seri “PEngangguran, SANtai Tapi keREN penghasilan 1M” yang akan membahas lebih dalam tentang dunia pengangguran, terutama ditinjau dari potensi dan pemanfaatannya. Karena di PesantrenIM kami percaya bahwa pengangguran adalah proses menuju kewiraswastaan terselubung.

Tahun 2016 sudah diambang mata, dan seperti biasa banyak impian dan harapan yang datang menyertainya. Kalau anda termasuk pengangguran yang berharap untuk punya bisnis tahun depan, maka ulasan ini penting sekali untuk tidak anda abaikan.

Dunia bisnis selalu berubah, itu pasti. Bagaikan seorang peselancar yang sudah berpengalaman, anda harus tahu gelombang trend bisnis apa yang telah lewat dan habis masa jayanya. Begitu juga anda bisa merasakan samar-samar, gelombang trend bisnis apa yang akan naik dan memuncak di tahun Monyet Api ini.

Menurut PesantrenIM, ada 3 kata kunci yang akan menentukan sukses-tidaknya bisnis di masa yang akan datang; yaitu OFFLINE, ONLINE dan NETWORK MARKETING. Dan sebelum membahas lebih dalam, perlu disamakan dahulu definisi dari tiga kata kunci tersebut.

Kata kunci pertama adalah OFFLINE, atau bisnis konvensional. Semua usaha atau bisnis yang tidak menggunakan Internet dan media online sebagai alat bantu disebut bisnis offline. Meskipun bisnis tersebut sudah berjalan ratusan tahun dan punya ribuan karyawan. Tetap saja masuk kategori bisnis offline. Sepakat?

Kata kunci berikutnya adalah ONLINE, yaitu bisnis yang menggunakan strategi online. Disini saya menyempitkan kata online menjadi strategi karena itulah yang paling relevan dengan kata bisnis. Banyak sekali definisi bisnis online di luar sana dan semuanya benar. Hanya saja dalam pembahasan ini saya menfokuskan kepada digital marketing, strategi pemasaran online, dan penggunaan teknologi digital (internet, social media, smartphone, dll) untuk membesarkan bisnis.

Yang terakhir adalah NETWORK MARKETING, yaitu bisnis pemasaran jaringan. Kerancuan makna Network Marketing yang sering disamakan dengan Multi Level Marketing membuat saya perlu menekankan kata JARINGAN atau NETWORK. Dan kita semua setuju kan kalau bisnis anda akan semakin besar apabila anda bisa memperbanyak jaringan bisnis anda. Apapun model bisnis atau produk yang anda jual. Hanya jaringan/dropshipper/reseller/downline/franchisor/agen/distributor atau apapun namanya yang akan membuatnya menjadi sangat-sangat besar.

Nah, kemampuan anda menggabung kan ketiga hal diatas akan menentukan apakah bisnis anda akan melaju pesat, atau malah tersungkur dengan cepat. Mari kita bahas satu per satu.

BISNIS OFFLINE + STRATEGI ONLINE

Saya sering mengamati perkembangan bisnis di kota kecil tempat saya tinggal, Lubuk Linggau, yang letaknya di ujung perbatasan Sumatera Selatan dengan Provinsi Bengkulu.

Meskipun kota kecil, namun perkembangan kotanya sangat pesat, kabarnya Lubuk Linggau adalah kota ‘terbesar’ ke dua setelah Palembang. Dan seperti kota berkembang lainnya, putaran roda bisnis ditandai oleh maraknya pembangunan Mall yang menunjukkan naiknya tingkat penghasilan per kapita di kota tersebut.

Tapi yang mengherankan adalah, setiap kali saya bertemu dengan pengusaha yang membuka toko offline, hampir semuanya mengeluhkan penurunan omset. Terutama apabila dia bergerak di bidang fashion.

Sebelum saya mengenal istilah Digital Disruption, saya masih mengira turunnya daya beli masyarakat sangat besar dipengaruhi oleh krisis ekonomi yang mulai melanda negeri ini. Karena mayoritas pelanggan loyal toko offline mereka berprofesi sebagai petani karet & sawit yang terkena dampak turunnya harga komoditas dunia.

Namun ternyata selain karena faktor penghasilan yang turun, terjadi juga pergeseran perilaku pelanggan yang sudah lebih pintar berbelanja secara online. Bisa ditandai dengan penuhnya kantor JNE dan pos yang sesak dengan barang kiriman dari luar kota. Kenyataan tersebut membuktikan bahwa bahwa pelanggan sebenarnya tetap senang shopping, tapi dengan cara berbeda, cara yang membuat mereka lebih dimanja.

Pelanggan tidak mau lagi keluar rumah berpanas-panasan mencari barang dari satu toko ke toko. Mereka sudah dimanjakan dengan fasilitas dari kompetitor anda yang berjualan online dengan kemudahan untuk membeli, berkomunikasi dan bertransaksi menggunakan teknologi.

Setiap hari anda menghabiskan minimal 2-3 jam ditemani dengan produk teknologi seperti smartphone. Dan mungkin setiap hari ada puluhan iklan yang berseliweran di beranda Facebook, broadcast WA, dp BBM dan bahkan SMS massal yang semuanya bermaksud merayu anda dan konsumen anda untuk membeli dari mereka.

Mungkin anda pernah mengalami saat ada seorang pembeli datang dan menanyakan harga barang dagangan anda. Lalu dia pergi sambil tersenyum. Dan anda pun heran kenapa dia senang dan pergi bahkan tanpa menawar?

Tahukah anda bahwa sebenarnya calon pembeli tadi datang hanya untuk membandingkan apakah harga beli plus ongkos kirim secara online masih lebih murah daripada apabila dia membelinya langsung kepada anda?

Begitulah kenyataanya. Pelanggan anda sudah semakin pintar. Dia sudah tahu harga barang yang mau dibeli, bahkan sebelum datang ke tempat anda.

Jadi bukan semata faktor ekonomi yang membuat pelanggan lari, tapi karena mereka telah menemukan cara yang lebih efektif untuk membeli.

Bagaimana caranya anda bisa bertahan?

Mau tidak mau harus anda harus update teknolgi anda. Sistem yang saat ini sudah berjalan perlu ditambah dengan penerapan strategi pemasaran online supaya anda bisa menjangkau konsumen lebih banyak dan memanjakan konsumen loyal anda agar tidak tergiur dan pindah ke kompetitor anda.

Di tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya, anda tidak bisa mengandalkan cara bisnis konvensional karena sekarang ini adalah masanya Kejayaan Digital.

Gelombang trend bisnis konvensional sudah mulai redup. Apabila bisnis anda juga mulai surut, segera naiki gelombang trend bisnis digital supaya anda tidak hanyut.

Jadi setelah Anda mengetahui bahwa bisnis konvensional tidak akan bertahan tanpa adanya strategi pemasaran online. Manakah yang mau anda pelajari dahulu? Membuka usaha offline atau memasarkan sesuatu secara online?

Leave a Reply